Jumat, 02 Juni 2017

JASA TAMAN PENITIPAN ANAK YA BUNAYA

JASA TAMAN PENITIPAN ANAK
“YA BUNAYA’’
Dosen Pengampu : IRMAYANTI HASAN,ST., MM


Laili Annajla
(14510001)

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2017


BAB I
PENGERTIAN
Jasa merupakan aktivitas, manfaat, atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual. Contohnya bengkel reparasi, salon kecantikan, kursus keterampilan, hotel, rumah sakit, dan sebagainya.
”Jasa adalah setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu. Produksi jasa bisa berhubungan dengan produk fisik maupun tidak” (Kotler, 1994).
1.1  Definisi
Taman penitipan anak adalah suatu kegiatan yang didalalamnya dimana ada seorang orang tua yang menitipkan anaknya karena suatu alasan.
Filsafat pendidikan di TPA dapat dirumuskan menjadi: Tempa, Asah, Asih dan Asuh.

1.    Tempa
Tempa adalah upaya mewujudkan kualitas fisik anak usia dini melalui upaya pemeliharaan kesehatan, peningkatan mutu gizi, olahraga secara teratur dan terukur, serta aktivitas jasmani sehingga anak memiliki fisik yang kuat, lincah, daya tahan dan disiplin tinggi.
2.    Asah
Asah berarti memberi dukungan kepada anak untuk dapat belajar melalui bermain agar memiliki pengalaman yang berguna dalam mengembangkan seluruh potensinya. Kegiatan bermain yang bermakna, menarik dan merangsang imajinasi, kreativitas anak untuk melakukan, mengekplorasi, memanipulasi, dan menemukan inovasi sesuai dengan minat dan gaya belajar anak.
3.    Asih
Asih merupakan pemenuhan kebutuhan anak untuk mendapatkan perlindungan dari pengaruh yang dapat merugikan pertumbuhan dan perkembangan anak, misalnya dari perlakuan kasar, penganiayaan fisik dan mental dan eksploitasi.


4.    Asuh
Asuh merupakan proses pembiasaan yang dilakukan secara konsisten untuk membentuk perilaku dan kualitas kepribadian dan jatidiri anak dalam hal:
a.       Integritas, iman dan taqwa
b.      Patriotisme, nasionalisme dan kepeloporan
c.       Rasa tanggung jawab, jiwa ksatria, dan sportivitas
d.      Jiwa kebersamaan, demokratis, dan tahan uji
e.       Jiwa tanggap, daya kritis dan idealisme
f.       Optimis dan keberanian mengambil resiko
g.      Jiwa kewirausahaan, kreatif dan profesional.
Tujuan dari taman penitipan anak diantaranya yaitu:
a.                      Memberikan layanan pembelajaran dan pengasuhan kepada anak-anak usia 0-4 tahun yang terpaksan ditinggal orang tuanya karena bekerja atau halangan lainnya.
b.                      Memberikan layanan yang terkait dengan pemenuhan hak-hak anak untuk tumbuh dan berkembang, mendapatkan perlindungan dan kasih sayang, serta hak berpartisipasi dalam lingkungan sosialnya.

1.2  Latar Belakang
Tapan Penitipan anak merupakan suatu usaha yang biasa saja menjadi suatu peluang karena banyaknya orang tua yang mengalami masa sulit untuk menjaga anaknya saat bekerja
Dengan dikeluarkannya Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), maka pengembangan pendidikan usia dini mulai dilakukan dengan baik. Baik peran pemerintah secara langsung maupun peran pemerintah untuk mendorong pengembangan PAUD yang lebih berkualitas. Dalam hal ini UU No, 20 Tahun 2003 tentang Sisidiknas menyatakan bahwa yang dimaksud pendidikan usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Salah satu jenis layanan pendidikan anak usia dini adalah Taman Penitipan Anak (TPA) “Ya Bunaya” bagi anak usia 3 bulan-6 tahun. Layanan ini merupakan salah satu bentuk Pendidikan Anak Usia Dini nonformal yang diarahkan pada kegiatan pengasuhan anak bagi orang tua yang mempunyai kesibukan kerja, sehingga memerlukan sebuah layanan pengasuhan anak yang selain berfungsi untuk menjaga anak-anak mereka juga memberikan pendidikan yang sesuai dengan usia anak-anak mereka.
Jika dilihat dari permasalahan diats, banyak orang tua yang pada jam jam tertentu untuk menemani dan menjaga anaknya, untuk itu kita bisa memenfaaatkan kegiatan ini untuk menjadi duatu peluang jasa penitipan anak.
Jasa penitipan anak ini di beri nama “Ya Bunaya” yang artinya wahai anakku, dengan harapan adanya taman penitipan ini bisa memberikan kenyamanan bagi anak-anak.
1.3  Klasifikasi jasa
a.  Produk fisik dengan jasa pendukung
Kegiatan dalam taman penitipan anak di sini sangat menyenangkan, karena selain dengan kegiatan bermain kita memberikan layanan pembelajaran untuk anak usia dini, dan tentunya bantuan dari para tenaga pengajar ataupun baby sister yang handal.
b. Hybird
Taman penitipan anak Ya Bunaya ini hampir sama dengan PAUD namun tidak bersifat formal.
c.  Jasa utama yang didukung oleh barang minor
Selama dalam masa penitipan di taman penitipan anak Ya Bunaya sang anak akan diberikan pengetahuan di dalamnya, selain itu dengan tambahan fasilitas aneka permainan juga pastinya akan membuat kenyamanan bagi si anak dan dengan banyaknya teman juga yang akan membuat mereka berkomunikasi dengan satu sam lain.

1.4  Karakteristik jasa
Karakteristik jasa pada taman penitipan anak ini adalah intangibility (tidak berwujud), kareana memiliki karakteristik dan cara belajar tersendiri, program pendidikannya tampak tidak terstruktur, bersifat informal, dan bahkan kelihatan solah-olah ”tidak terencana”.
Selain itu dengan bimbingan para tenaga yang berkompeten dalam bidangnya bisa menjadikan taman penitipan ini lebih bagus.

BAB II
PEMASARAN RELATIONAL DALAM 
PEMASARAN JASA
2.1 Bentuk relationship marketing:
a.      Hubungan pelanggan (customer Relationship)
Dalam membuat suatu usaha jasa perlu adaanya sebuah hubungan dengan pelanggan. Dalam menjalin hubungan dengan konsumen terutama dengan orang tua dari anak yang di titipkan ke taman penitipan anak “Ya Bunaya” harus terjalin dengan sangat baik. Karena dengan begitu akan terciptanya rasa terikat dari orang tua dan menimbulkan loyalitas dan kepercayaan untuk menitipkan anaknya.
Adapun cara yang bisa dilakukan untuk menciptaka rasa loyalitas konsumen antara lain:
1.      Memberikan layanan yang terbaik untuk orang tua wali ataupun anak-anak yang tinggal di taman penitipan anak yang tinggal disitu.
2.      Menetapkan harga yang sesuai dengan kegiatan anak
3.      Memberikan kenyamanan di taman penitipan anak
b.      Kemitraan dengan pemasok (supplier Partnership)
Pemasok dalam usaha jasa TPA “Ya Bunaya” yang dimaksudkan adalah orang tua wali anak. Mengapa kita perlu adanya mitra dengan pemasok, karena tanpa adanya pemasok siapa lagi yang akan memberikan kepercayaan untuk menitipkan anaknya di taman bermain kita. Dalam bermitra dengan pemasok ini seharusnya mampu untuk meyakinkan mitra bahwa anaknya layak untuk di titipkan di taman bermain. Selain itu keberadaanpemasok ini juga sebagai ajang bertukar informasi mengenaai perkembngan anaknya.
Selain orang tua anak, toko permainan juga bisa menjadi pemasok dalam taman penitipan anak “Ya Bunaya”. Karenaa di dalamnya kita bisa bekerja sama dalam hal peralatan bermain anak. Dan toko permainan ini adalah toko satu-satunya untuk mencari produk mainan di TPA “Ya Bunaya”. Namun apabila pada toko ini tidak tersedia barang yang dibutuhkan dan keadaaan darurat tidak tersedia maka akan mencari di toko lain, namun kerjasama pada toko tersebut tidak pernah diputuskan dan akan tetap terjalin dengan baik
c.       Kemitraan antar perusahaan (lateral Partnership)
Dalam menjalaknan suatu usaha, di perlukan adanya kerjasama dengan usaha milik orang lain. Tujuannya adalah untuk berbagi ilmu dan bersaing namun secara sehat, bukan berarti memandang usaha jasa TPA lain sebagai musuh. Dalam kemitraan antar perusahaan ini jasa taman penitipan anak juga berkerjasama dengan berbagai macam instansi, seperti PAUD, taman kanak-kanak yang nantinya akan meneruskan belajar di situ. Dalam perkembangan anak yang secara sepat berkembang ini memungkinkan adanya hubungan maupun kerjasama dengan instansi luar.
d.      Kemitraan Internal (internal partnership)
Karyawan merupakan salah satu mitra internal yang sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak, dan karyawan di sini adalah baby sitter dan perawat. Untuk itu saya harus benar-benar mengetahui identitas diri baby sitter dan perawat dengan baik. Bukan hanya tau tapi juga paham tentang mereka. Selain itu saya juga harus memberikan mereka hak yang tepat setelah mereka mampu menyelesaikan semua kewajibannya. Diantara hak-hak itu adalah:
1.      Memberikan raya aman dan nyaman
2.      Memperhatikan para perawat dan baby sitter
3.      Melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan.
e.       Bentuk lainnya, hubungan dengan masyarakat sekitar
Dalam mendirikan usaha jasa TPA “Ya Bunaya” juga harus mempertimbangkan dengan masyarakat sekitar , apakah usaha jasa ssaya menganggu mereka ataupun tidak. Kemudian hal yang paling peniting adalah menjalin hubungan dengan masyarakat dan menjaga hubungan tersebut.
Berikut inni adaalah beberapa cara untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat:
1.      Izin terlebih dahulu untuk mendirikan taman penitipan anak, karena mayoritas anak sulit untuk di atur dan sulit untuk tinggal diam dan ingin selalu berada di luar yang berhubungan langsung dengan kegiatan masyarakat. Entah itu hanya sekedar ingin tau ataupun sampai ikut kegiatan masyarakat.
2.      Menjalin  kerjasama dengan masyarakat, misalnya untuk memberikan acara belajar di taman, ice breaaking dan lainnya
3.      Mengundang masyarakat setempat untuk ikut dalam kegiatan di taman penitipan anak.
Dalam mendirikan usaha jasa ini sudah pasti dibutuhkan dana yang besar, untuk itu perlu adanya kerjasama dengan bank untuk memberikan pijaman modal mendirikan TPA“Ya Bunaya”. Selain itu untuk pembelian peralatan bermain juga.












BAB III
PERUMUSAN STRATEGI PERUSAHAAN JASA
TAMAN PENITIPAN ANAK “Ya Bunaya”
3.1  Visi
Menjadi rumah kedua bagi anak dan mendidik generasi yang yang berlandaskan iman dan taqwa dengan generasi cerdas, ceria, mandiri, kreatif, dan islami
3.2  Misi
Mewujudkan anak yang berbudi pekerti luhur dan berakhlaqul karimah
3.3 Analisis SWOT
1.      kekuatan (Sthrengths)
Setiap perusahaan perlu menilai kekuatan dan kelemahannya dibandingkan para pesaingnya. Penilaian tersebut dapat didasarkan pada faktor-faktor seperti teknologi, sumber daya finansial, kemampuan kemanufakturan, kekuatan pemasaran, dan basis pelanggan yang dimiliki. Yang menjadikan kekuatan pada taman penitipan anak ini adalah :
a.       para staf pengasuh yang memiliki dasar pendidikan anak sekaligus ilmu kesehatan anak.
b.      Program ini dirancang untuk sesuai perkembangan bayi dan balita, namun untuk balita menyesuaikan kurikulum PAUD.
c.       Memberikan nilai plus pada anak, yaitu mengenalkan mereka pada  suasana baru, mengenalkan mereka dengan suasana baru pula yang berlandaskn iman dan islam.
d.      Biaya penitipan anak ini lebih murah daripada baby sister.
2.      kelemahan (Weaknesses)
Merupakan keadaan perusahaan dalam menghadapi pesaing mempunyai keterbatasan dan kekurangan serta kemampuan menguasai pasar, sumber daya serta keahlian. Jika orang berbicara tentang kelemahan yang terdapat dalam tubuh suatu satuan bisnis, yang dimaksud ialah keterbatasan atau kekurangan dalam hal sumber, keterampilan dan kemampuan yang menjadi penghalang serius bagi penampilan kinerja organisasi yang memuaskan. Dalam praktek, berbagai keterbatasan dan kekurangan kemampuan tersebut bisa terlihat pada sarana dan prasarana yang dimiliki atau tidak dimiliki, kemampuan manajerial yang rendah, keterampilan pemasaran yang tidak sesuai dengan tuntutan pasar, produk yang tidak atau kurang diminta oleh para pengguna atau calon pengguna dan tingkat perolehan keuntungan yang kurang memadai.
Hal yang menjadikan weaknesses atau kelemahan adalah:
a.       jika jam kerja orang tua melebihi jam operasional taman penitipan anak, maka orang tua tersebut harus segera mengambil anaknya.
b.      Jika si anak sakit maka tidak boleh dibawa ke taman penitipan anak, karena yang saya khawatirkan akan menularkan penyakitnya ke teman temannya.
c.       Kurangnya kepercayan dari orang tua
3.      peluang (Opportunities),
Setiap perusahaan memiliki sumber daya yang membedakan dirinya dari perusahaan lain. Peluang dan terobosan atau keunggulan bersaing tertentu dan beberapa peluang membutuhkan sejumlah besar modal untuk dapat dimanfaatkan. Dipihak lain, perusahaan-perusahaan baru bemunculan. Peluang pemasaran adalah suatu daerah kebutuhan pembeli di mana perusahaan dapat beroperasi secara menguntungkan.
Berdasar UU RI nomor 20 tahun 2003 pasal 28 ayat 3 tentang pendidikan taman kanak kanak yang merupakan pendidikan anak usia dinipada jalur pendidikan formal yang bertujuan membantu anak didik mengembangkan berbagai kemampuan psikis maupun fisik yang meliputi moral dan nilai agama, sosial emosional. Dengan dasar ini bisa menjadikan peluang karena untuk membuat likngkungan pendidikan anak yang di titipkan di taman penitipan anak.
Usaha taman penitipan anak ini cukup mudah untuk dijalankan. Karena banyak peluangnya. Yang diperlukan adalah tempat, manajemen yang handal, pengasuh yang memiliki lansdasan pendidikan dadan kesehatan (untuk balita) dan bisa dipercaya.
Untuk target konsumen adalah orang tua yang tidak memiliki waktu untuk mengurus anaknya karena sebagian besar mereka sibuk untuk bekerja.
4.      ancaman (Threats).
Ancaman adalah tantangan yang diperlihatkan atau diragukan oleh suatu kecenderungan atau suatu perkembangan yang tidak menguntungkan dalam lingkungan yang akan menyebabkan kemerosotan kedudukan perusahaan. Pengertian ancaman merupakan kebalikan pengertian peluang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ancaman adalah faktor-faktor lingkungan yang tidak menguntungkan suatu satuan bisnis.
Apabila calon pengasuh ini kurang memahami landasan pendidikan dan kesehatan maka kemungkinan besar akan merusak, karena pada dasarnya si anak akan meniru segala hal mengenai pengasuhnya. Hal ini bisa menjadikan fatal karena anak justru berperilaku tidak baik dan akhirnya timbul rasa ketidak percayaan dari orang tua.
Lingkungan masyarakat yang tidak mendukung merupakan suatu ancaman juga, karena tanpa masyarakat kita tidak bisa bangkit.
3.4 Tujuan
Mendidik dan mengasuh anak secara islami dengan penuh perhatian dan kasih sayang, sesuai dengan tahapan usianya agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara alamiah dan optimal dengan segala potensi yang dimiliki masing-masing anak sesuai dengan tingkat perkembangannya.
Strategi
a.       Pemerataan dan Perluasan Akses
Pemerataan dan perluasan akses akan diupayakan bersama-sama oleh pemerintah dan swasta, dimana pemerintah lebih berkonsentrasi pada pendidikan formal TK/RA dan mendorong swasta melakukan perluasan PAUD non-formal (KB, TPA). Perluasan oleh pemerintah antara lain juga dilakukan dengan mendirikan model-model atau rintisan penyelenggaraan taman penitipan anak yang disesuaikan dengan kondisi daerah/wilayah.
Penyediaan sarana/prasarana taman penitipan anak oleh pemerintah dilaksanakan dengan pembangunan dan mengembangkan model atau rintisan penyelenggaraan taman penitipan yang sesuai dengan kondisi setempat.
Mendorong peran serta masyarakat dilakukan untuk menumbuhkan minat masyarakat (demand side) dalam menyelenggarakan lembaga Taman penitipan anak ini, termasuk bekerja sama dengan berbagai organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, organisasi ataupun instansi untuk kemudahan perizinan, dan bantuan fasilitas.
b.      Peningkatan Mutu, Relevansi, dan Daya Saing
Peningkakan mutu, relevansi, dan daya saing taman penitipa anak akan dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan berikut.
Pengembangan menu generik pembelajaran dan penilaian merupakan kegiatan yang menyangkut pengembangan kurikulum, khususnya materi bahan ajar, model-model pembelajaran. Pengembangan disesuaikan dengan tahap-tahap perkembangan anak didik, perkembangan ilmu pengetahuan, budaya, estetika, dan etika, peningkatan kualitas dan kreativitas peserta didik dan pari perawat sendiri. Termasuk dalam kegiatan ini ialah pengembangan proses pembelajaran melalui pengadaan alat belajar, alat bermain, dan alat pendidikan. Muatan pendidikan pada anak-anak usia dini ditekankan pada seluruh aspek kecerdasan termasuk emosi, mental, dan spiritual, yang diarahkan pada penghayatan atas nilai-nilai dan karakter positif, serta kesiapan masuk sekolah.
Meningkatkan kemampuan manajemen secara efektif dan efisien, sehingga mampu memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
c.       Penguatan Tata Kelola, Akuntabilitas, dan Pencitraan Publik
Peningkatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik diarahkan pada bagaimana partisipasi masyarakat dalam melakukan kontrol dan evaluasi kinerja taman penitipan anak dapat mengambil peran makin nyata dan efektif. Untuk itu akan dilakukan peningkatan advokasi, sosialisasi/pemasyarakatan dan pembudayaan pentingnya taman penitipan kepada orangtua yang tidak memiliki waktu untuk anaknya, masyarakat dan pemerintah daerah. Penyediaan data dan sistem informasi di taman penitipan anak, serta peningkatan kerja sama stakeholder pendidikan, merupakan faktor pendukung untuk membangun kesamaan persepsi, pencitraan yang positif, dan kebersamaan tanggung jawab dalam pengelolaan taman anak yang akuntabel.
d.      Penerapan manajemen “gotong royong “
Artinya semua orang melakukan semua pekerjaan. Tidak ada pembagian kerja yang tegas dan jelas. Sehingga proses manajemen tidak berlangsung secara efektif dan efisien. Bahkan sering terjadi benturan antara satu unit dengan unit lainnya. Dalam hal ini yang terjadi adalah sama-sama bekerja bukan kerja sama.
e.       Penerapan Budaya sungkan (segan)
Menegur kesalahan teman dan budaya marah kalau ditegur teman membuat Taman penitipan anak berjalan tak tentu arah, sehingga tidak bisa mencapai tujuan yang dikehendaki.
                                                        










BAB IV
SEGMENTASI, TARGETING DAN POSITIONING
PEMASARAN JASA
4.1 Segmentasi
Pemasaran Konsumen:
-          Geografis
Sasaran geografis merupakan pembagian pasar menjadi unit-unit geografis yang berbeda, misalnya wilayah, negara, negara bagian, propinsi, kota, dan kepulauan Sehingga segmentasi pasar yang saya lakukan ialah fokus ke daerah perkotaan tiap Provinsi di Indonesia, khususnya disekitar perumahan, agar usaha jasa yang dipasarkan efektif.  Sasaran audien kali inii adalah berada di Malang.
-          Demografis
Sasaran demografis adalah pasar yang dikelompokan berdasarkan variabel-variabel pendapatan, jenis kelamin, pendidikan, jumlah penduduk, usia, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, pekerjaan, agama, ras, generasi, kewarganegaraan dan kelas sosial. Jika dilihat dari beberapa hal tersebut, maka audien pada sasaran demografis adalah usia, karena mayoritas yang
menentukan penggunaan jasa penitipan anak “Ya Bunaya” adalah anak balita mulai umur 5 bulan - 6 tahun.

 






-          Psikografis
Sasaran psikografis lebih mengenai variabel gaya hidup, nilai dan kepribadian. Gaya hidup ditunjukan oleh orang-orang yang menonjol pada kelas sosialnya. Minat terhadap suatu produk dipengaruhi oleh gaya hidup sehingga barang yang dibeli oleh orang-orang tersebut ditunjukan untuk menunjukan gaya hidup nya. Masa anak usia dini adalah masa keemasan (the golden ages). Anak mulai peka dalam merespon berbagai rangsangan. Stimulus dan perlakuan (treatment) yang benar menjadi peletak dasar dalam mengembangkan berbagai aspek perkembangan mereka.
Karakteristik Kepribadian anak usia dini:
a.      Memiliki rasa ingin tahu yang besar.
Anak usia dini sangat ingin tahu tentang dunia sekitarnya. Pada masa bayi rasa inign tahu ini ditunjukkan dengan meraih benda yang ada dalam jangkauannya kemudian memasukkannya ke mulutnya. Pada usia 3-4 tahun anak sering membongkar pasang segala sesuatu untuk memenuhi rasa ingin tahunya. Anak juga mula gemar bertanya meski dalam bahasa yang masih sangat sederhana.
b.      Merupakan pribadi yang unik.
Meskipun banyak kesamaan dalam pola umum perkembangan anak usia dini, setiap anak memiliki kekhasan tersendiri dalam hal bakat, minat, gaya belajar, dan sebagainya. Keunikan ini berasal dari faktor genetis dan juga lingkungan. Untuk itu pendidik perlu menerapkan pendekatan individual dalam menangani anak usia dini.
c.       Suka berfantasi dan berimajinasi
Fantasi adalah kemampuan membentuk tanggapan baru dengan pertolongan tanggapan yang sudah ada. Imajinasi adalah kemampuan anak untuk menciptakan obyek atau kejadian tanpa didukung data yang nyata. Anak usia dini sangat suka membayangkan dan mengembangkan berbagai hal jauh melampaui kondisi nyata. Bahkan terkadang mereka dapat menciptakan adanya teman imajiner. Teman imajiner itu bisa berupa orang, benda, atau pun hewan.
d.      Masa paling potensial untuk belajar.
Masa itu sering juga disebut sebagai “golden age” atau usia emas. Karena pada rentang usia itu anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat di berbagai aspek. Pendidik perlu memberikan berbagai stimulasi yang tepat agar masa peka ini tidak terlewatkan begitu saja. Tetapi mengisinya dengan hal-hal yang dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
e.       Menunjukkan sikap egosentris.
Pada usia ini anak memandang segala sesuatu dari sudut pandangnya sendiri. Anak cenderung mengabaikan sudut pandang orang lain. Hal itu terlhat dari perilaku anak yang masih suka berebut mainan, menangis atau merengek sampai keinginannya terpenuhi.
f.        Memiliki rentang daya konsentrasi yang pendek.
Anak usia dini memiliki rentang perhatian yang sangat pendek. Pehatian anak akan mudah teralih pada hal lain terutama yang menarik perhatiannya. Sebagai pendidik dalam menyampaikan pembelajaran hendaknya memperhatikan hal ini
g.      Sebagai bagian dari makhluk sosial.
Anak usia dini mulai suka bergaul dan bermain dengan teman sebayanya. Ia mulai belajar berbagi, mau menunggu giliran, dan mengalah terhadap temannya. Melalui interaksi sosial ini anak membentuk konsep dirinya. Ia mulai belajar bagaimana caranya agar ia bisa diterima lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini anak mulai belajr untuk berperilaku sesuai tuntutan dari lingkungan sosialnya karena ia mulai merasa membutuhkan orang lain dalam kehidupannya.
-          Perilaku
Dalam segmentasi perilaku, pemasar membagi pembeli menjadibeberapa kelompo berdasarkan pengetahuan, sikap, penggunaan atau respon terhadap sebuah produk.
4.2 Pasar Bisnis:
-          Karakteristik Operasi:
a.       Pengembangan nilai agama dan moral mencakup perwujudan suasana belajar untuk tumbuh-kembangnya perilaku baik yang bersumber dari nilai agama dan moral dalam konteks bermain.
b.      Pengembangan motorik mencakup perwujudan suasana untuk tumbuh-kembangnya kematangan kinestetik dalam konteks bermain.
c.       Pengembangan kognitif mencakup perwujudan suasana untuk tumbuh-kembangnya kematangan proses berfikir dalam konteks bermain.
d.      Pengembangan bahasa mencakup perwujudan suasana untuk tumbuh-kembangnya kematangan bahasa dalam konteks bermain.
e.       Pengembangan sosial-emosional mencakup perwujudan suasana untuk tumbuh-kembangnya sikap dan keterampilan sosial dalam konteks bermain.
f.       Pengembangan seni mencakup perwujudan suasana untuk tumbuh-kembangnya apresiasi seni dalam konteks bermain.
-          Karakteristik Pribadi
Di taman penitipan anak, sebelum mengadakan proses pembelajaran pada anak sebaiknya memiliki perencanaan kegiatan pembelajaran yang mengarah keproses pembelajaran sehingga anak maupun pendidik tidak merasa jenuh, dan dengan adanya perencanaan kegiatan pembelajaran maka seluruh tujuan yang diarahkan pada anak akan tercapai sesuai dengan kemampuan anak itu sendiri.
4.3  Targeting
-          Strategi satu sasaran ( single segment concertration)
Dalam hal ini pengusaha memilih salah satu segment yang dipandang paling potensial dan kemudian dijadikannya sebagi sasaran atau target untuk dilayaninya.
Secara demografis targetingnya adalah anak balita. Secara demografis targetnya adalah anak balita kisaran 5 bulan sampai 6 tahun. Hal ini dilakukan 0-4 bulan adalah masa dimna sang ibu harus benar-benar memberikan perawatan terhadap bayinya.
4.4  Positioning
Positioning menurut Kartajaya (2006:174) adalah apa yang ingin diciptakan di dalam benak pemilih.Positioning adalah strategi untuk mengambil posisi dalam ingatan pemilih sehingga mengalahkan para pesaing dan pada akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada produk yang ditawarkan. Menurut Kartajaya (2006:212) positioning lebih  bersifat suatu persepsi yang ingin diciptakan. Positioning adalah single-statement yang mengupayakan agar persepsi suatu produk jasa yang unik. Dalam positioning, atribut produk dan jasa yang dihasilkan akan direkam dalam bentuk image yang terdapat dalam sistem kognitif konsumen.
Positioning di taman penitipan “Ya Bunaya” adalah “ aman dan nyaman bermain sambil belajar”. Taman penitipan anak ini menggunakan pendekatan islami dan ingin memberikan ilmu di masa masa emas balita. Sehingga, taman penitipan anak  ini ingin memberikan benak pada masyarakat bahwa taman ini merupakan taman yang ingin memberikan pengajaran dan pelayanan pada anak guna mengembangkan minat dan bakat sesuai usianya secara islami. Taman penitipan anak yang memberikan kenyamanan (fasilitas, program pendampingan dan pengasuhan) untuk pengasuhan anak saat ditinggal orang tua bekerja dan sebagai tempat mengembangkan kepribadian dan karakter anak.





BAB V
STRATEGI PRODUK JASA
5.1 TINGKATAN PRODUK
1.      Manfaat Inti (core benefit).
Pada tingkat dasar adalah manfaat inti atau produk, yaitu layanan yang bemar-benar dibeli pelanggan. Produk intinya adalah penitipan anak. Manfaat dari menitipkan anak di TPA “Ya Bunaya” adalah si anak bisa ada yang memantau ketika sang orang tua sedang melakukan pekerjaan di kantor atau instansi. Jadi orang tua tidak perlu khawatir untuk penjagaan buah hatinya.
2.      Produk aktual (actual product)
Seorang perencana produk harus menciptakan produk aktual (actual product)  disekitar  produk  inti.  Karakteristik  dari  produk  aktual diantaranya,   tingkat   kualitas,   nama   merek,   kemasan   yang dikombinasikan  dengan  cermat  untuk  menyampaikan  manfaat  inti (Kotler & Armstrong, 2001:348).
Produk aktual berada di sekitar inti dan meliputi tingkat kualitas, fitur, desain, nama merek, dan kemasan. Produk actual mungkin mempunyai lima karakteristik: tingkat kualitas, fitur, rancangan, nama merek, kemasan.  Pada produk jasa TPA “Ya Bunaya” Nama produk komponen, fasilitas, dan atribut lain dikombinasikan dengan cermat untuk menyampaikan manfaat inti. TPA “Ya Bunaya” merupakan taman penitipan untuk anak, selain itu juga menawarkan lebih dari sekedar . Taman penitipan saya juga harus menyediakan lingkungan yang nyaman juga untuk anak asuh. Jadi, ketika konsumen memilih jasa TPA “Ya Bunaya”  mungkin juga memberikan pelayanan yang sangat bagus, jasa bermain, fasilitas bermain dan belajar anak serta konsultasi gratis bagi orang tua.
3.      Produk tambahan (augmented produk)
Terakhir, perencana produk harus membangun produk tambahan di sekitar manfaat inti dan produk aktual dengan menawarkan pelayanan dan manfaat konsumen tambahan. Konsumen melihart produk sebagai kumpulan manfaat kompleks yang memuaskan kebutuhan mereka. Ketika mengembangkan produk, awalnya TPA harus mengenali kebutuhan inti pelanggan yang akan dipuaskan oleh sebagai produk. Lalu TPA “Ya Bunaya” harus merancang produk aktual dan menemukan cara untuk memberikan tambahan bagi produk itu agar menciptakan sekumpulan manfaat yang akan memberikan pengalaman pelanggan yang paling memuaskan.
5.2 KLASIFIKASI PRODUK
1.      Convinience goods
Convinience goods ini hampir sama dengan barang pokok, karena kebutuhannya diperlukan untuk sehari-hari dan waktu segera. Pada usaha jasa TPA “Ya Bunaya” ini  juga bisa menjadi jasa pokok bagi orang tua yang tidak memiliki waktu untuk menjaga anaknya ketika sedang sibuk bekerja. Mengapa, karena mereka membutuhkan ada yang menjaga anaknya setiap pagi bila sudah berangkat kerja.
2.      Shopping goods
Shopping goods adalah barang-barang dalam proses pemilihan dan pembeliannya  dibandingkan  oleh  konsumen  diantara  berbagai alternatif yang tersedia. Kriteria perbandingan tersebut meliputi harga, kualitas dan model masing-masing jasa. Pada jasa TPA “Ya Bunaya” ini bisa jadi masuk daftar pemilihan bagi konsumen atau orang tua wali anak untuk memilih di mana si anak akan di titipkan. Biasanya orang tua anak akan membandingkan TPA “Ya Bunaya” dengan PAUD (pendidikan anak usia dini) untuk usia balita dan untuk anak di usia atas baita, orang tua akan memilih untuk di TK.
Jenis jasa pada Shopping good ini di bagi menjadi 2:
a.       Homogenius shopping goods
Adalah barang jasa yang pada dasarnya sama namun harga tiap jasa TPA berbeda,sehingga konsumen atau orang tua wali mencari harga termurah. Ini bisa menjadi suatu keputusan bagi orang tua wali yang menitipkan anaknya di TPA “Ya Bunaya” , karena di TPA saya lebih murah dibandingkan dengan yang lainnya.
b.      Heterogeneous shopping goods
Merupakan barang jasa yang dianggap berbeda dan ingin melihat mutu dan kecocokan barang terlebih dahulu dimana ciri dan keunikan lebih berpengaruh dibandingkan dengan harga. Type orang tua yang seperti ini biasanya menanyakan tentang kualitas usaha jasa TPA dan menanyakan mengenai fasilitas yang akan dinikmati anaknya. 


BAB VI
STRATEGI DISTRIBUSI JASA TAMAN PENITIPAN ANAK “YA BUNAYA”
Menjadi seorang produsen harus mempertimbangkan beberapa hal yang menjadikan pengaruh dalam mendirikan suatu usaha barang ataupun jasa, salah satunya adalah saluran distribusi yang dimana distribusi sendiri merupakan suatu kegiatan yang fungsinya sangat bermanfaat bagi sektor ekonomi.
Pengertian Distribusi menurut definisi para ahli mengatakan bahwa pengertian distribusi adalah kegiatan penyaluran barang dan jasa yang dibuat dari produsen ke konsumen agar tersebar luas. Kegiatan distribusi berfungsi mendekatkan produsen dengan konsumen sehingga barang atau jasa dari seluruh indonesia atau luar indonesia dapat kita barang dan jasa tersebut.
Ada beberapa jenis saluran distribusi yaitu saluran langsung, saluran satu tingkat dan saluran dua tingkat.
Namun disini Jenis Saluran Distribusi yang sesuai pada jasa TPA adalah
a.       Saluran langsung
Mengapa saluran langsung ini menjadi pilihan satu satunya. Karena transaksi yang dilakukan secara langsung dengan pelanggan yang memiliki tingkat komunikasi yang tinggi, sehingga konsumen bisa merasakan kepuasan setelah menggunakan jasa TPA “Ya Bunaya” ini. Keuntungannya menggunakan saluran langsung dengan konsumen pada usaha jasa TPA ini adalah
·         Pendiri TPA bisa mengatur sendiri usahanya
·         Lebih mudah mendapatkan umpan balik  langsung mengenai kualitas jasa yang diberikan kepada konsumen
·         Lebih mengedepankan pendekatan emosional perasaan sehingga akan tercipta pelanggan yang loyal.
·         Menghindari tingkat kefatalan terutama dalam hal perawatan dan penjagaan
·         Menghindariefek negatif dari issu kehilangan bayi



BAB VII
STRATEGI PENETAPAN HARGA
Taman Penitipan Anak “Ya Bunaya”
Harga (Price) adalah jumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan untuk memperoleh suatu produk. 
Harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan, sedangkan ketiga unsur lainnya (Produk, Promosi dan Distribusi) menyebabkan timbulnya biaya.
7.1 Tahapan Penetapan Harga:
1.    Tujuan penetapan harga
Kemudian menurut Tjiptono (2002) tujuan penetapan harga adalah :
a.         Berorientasi laba yaitu bahwa setiap perusahaan selalu memilih harga yang dapat menghasilkan laba yang paling tinggi.
b.        Berorientasi pada volume yaitu penetapan harga berorientasi pada volume tertentu.
c.         Berorientasi pada citra (image) yaitu bahwa image perusahaan dapat dibentuk melalui harga.
d.        Stabilisasi harga yaitu penetapan harga yang bertujuan untuk mempertahankan hubungan yang stabil antara harga perusahaan dengan harga pemimpin pasar (market leader).
e.         Tujuan lainnya yaitu menetapkan harga dengan tujuan mencegah masuknya pesaing, mempertahankan loyalitas konsumen, mendukung penjualan ulang atau menghindari campur tangan pemerintah.
Dengan landasan tersebut, tujuan penetapan harga pada taman penitipan “Ya Bunaya” adalah untuk mendapatkan harga dalam usaha ini, dan harga pada TPA ini memberikan image yang murah namun tidak terkesan murahan karena harganya standart dan mudah dijangkau oleh masyarakat, dan mempertahankan loyalitas orang tua yang menitipkan anaknya di TPA “Ya Bunaya” ini.
2.    Menentukan permintaan
Jika Semakin lama jasa penitipan anak ini di minati oleh orang tua, maka dari jasa TPA “Ya Bunaya” semakin meningkat pula harga yang di tawarkan, namun kenaikan tidak langsung melonjak drastis, namun disesuaikan dengan fasilitas yang didapatkan oleh sang buah hati.
3.    Memperkirakan biaya
Dalam menetapkan perkiraan biaya, harus terlebih dahulu memahami apa saja yang diperlukan dalam melaksanakan usaha ini.
-          Biaya tetap:
Pajak BPBD
Gaji Karyawan
-          Biaya semi Variabel:
Biaya pemeliharaan dan perawatan fasilitas (spa, perlengkapan mandi, dsb)
-          Biaya Variabel:
Biaya listrik
4.    Menganalisis biaya, harga dan penawaran pesaing
Biaya awal yang digunakan untuk mendirikan jasa ini lumayan banyak.
Harga yang di tawarkan yaitu tergantung dari tingkat usia dan waktunya
5 buan – 3 tahun       @ hari (50.000 beserta makan), 30.000 @ bulan 1.400.000 (beserta makan) 1.000.000
@ >3 tahun – 6 tahun @ (40.000beserta makan), 20.000 @ bulan (1.100.000 beserta makan) 900.000
Harga ini menerapkan Penetapan harga berdasarkan harga pasar (going rate pricing) Penetapan harga jual berdasarkan harga yang telah ditetapkan pesaing dipasar. Penetapan harga demikian ini karena terjadinya persaingan yang tidak menentu dan merasa bahwa harga yang sudah berlaku dipasar itu terpaksa harus diikuti, kalau tidak akan tersingkir dari pasar.
Mengenai pesaing cukup banyak, yaitu Baby siter,  pembantu rumah tangga dan penitipan bayi di sekitar rumah. Sehingga  diantara banyaknya pesaing yang ada usaha jasa ini harus dapat memberikan sesuatu inovasi yang berbeda dan menarik selain itu dengan memberikan pendekatan kepada orang tua anak yang cukup kuat maka bisa  mendapatkan pelanggan yang loyal.

5.    Memilih metode penetapan harga
Metode Penetapan Harga Berbasis Persaingan
6.    Menentukan harga produk
Untuk menentukan harga produk ini para orang tua wali tinggal memilih saja paket yang sudah ditawarkan dari TPA “Ya Bunaya”
7.2 Tujuan Penetapan Harga:
1.    Survival
Mempertahankan kelangsungan hidup (survival). Apabila jasa TPA “Ya Bunaya” ini mendapatkan suatu masalah kelebihan kapasitas produksi, tingkat persaingan yang semakin tinggi, atau perubahan keinginan konsumen, maka cenderung akan menentukan harga pada titik rendah. Perusahaan menetapkan harga dengan mempertimbangkan pengeluaran biaya dan laba yang diinginkan, namun harga masih bisa menutup sejumlah biaya tetap dan variable telah yang dikeluarkan dari jasa ini, maka perusahaan akan tetap dapat bertahan. Namun itu hanya untuk jangka pendek saja, untuk jangka panjang harus mencari solusi lagi selain survival.
2.    Profit Maximization
Dalam menentukan tingkat keuntungan maksimal, maka perusahaan jasa hrus melengkapi informasinya mengenaipermintaan pasar dan harganya. Dalam Mengejar keuntungan (profit oriented). Perusahaan dapat menentukan harga yang bersaing untuk mendapatkan keuntungan yang optimal.
3.    Sales Maximization
Maximization of sales menurut william banmoldb adalah usaha untuk memaksimumkan penjualan setelah keuntungan yangg diperoleh telah memuaskan para pemegang stake holders.
Tujuan dari TPA “Ya Bunaya” memaksimalkan penjualan ini setelah keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan telah memadai untuk menyenangkan hati konsumen atau orang tua wali.
4.    ROI
Mendapatkan return on investment (ROI) atau pengembalian atas modal. Perusahaa dapat menentukan harga yang tinggi jika ingin menutup biaya investasi dengan cepat.
Dengan cara ini pula jasa bisa menaikkan harga yang tinggi agar biaya investasi seperti peralatan bayi, investasi gedung dan sebagainya tertutup terlebih dahulu.
                      7.3 Metode Penetapan Harga:
1.    Metode Penetapan Harga Berbasis Persaingan
Persaingan dipicu oleh adanya suatu perusahaan yang menerapkan harga tinggi sehingga membuat perusahaan lain memmasuki pasar. Persaingan yang ketat mengarah pada perang harga. Perang harga bisa saja merupakan dampak dari kesalahpahaman sejumlah perusahaan terhadap pesaingnya. Perang harga juga biasa terjadi ketika suatu perusahaan menawarkan obral. Pemerintah dapat turun tangan mengontrol tindakan pesaing yang menyebabkan perang harga.  
Metode penetapan harga berbasis persaingan ini juga sangat efektif dalam memajukan perusahaan tetapi metode ini cenderung membuat adanya suatu permusuhan karena harga yang tidak sehat. Untuk menjauhi permusuhan pada  harga maka perusahaan berusaha memiliki keunikan sendiri sehingga akan memiliki keungulan dibandingkan dengan perusahaan.
Selain itu penerapan metode tidak hanya diambil berdasarkan metode penetapan harga melainkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi dalam penetapan harga pada jasa penitipan anak.











BAB VIII
STRATEGI PROMOSI JASA
Untuk menjalin hubungan dengan masyarakat kami melakukan pemberian program CRM melaluipemberian kartu member card. 
-          Periklanan (advertising)
Promosi yang dilakukan oleh TPA “Ya Bunaya” lebih condong ke bentuk promosi. Seperti menggunakan media radio selain itu promosi kami juga melalui media sosial blogger, twitter dan facebook, instagram dll. Untuk lebih menunjangnya lagi untuk pelaunchingan pertama kami membuat spanduk atau banner untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa ada penitipan anak ini.
-          Hubungan masyarakat (public relation)
Selain itu kami juga menyediakan member card untuk para pelanggan yang digunakan untuk mempererat hubungan kekeluargaan bagi ibu bayi yang memiliki fungsi sebagai alat mempererat kekeluargaan bagi  Bunaya’s Child Member member card ini juga berfungsi sebagai chip untuk controlling system.
Perkumpulan Ya Bunaya’s Child di TPA “Ya Bunaya” akan dilaksankan setiap satu bulan sekali guna memberikan wawasan bagi  wali anak, perkumpulan ini semacam seminar, diskusi, dan tanya jawab, juga memberikan sebuah hiburan yang seru bagi ibu dan anak. Bukan hanya itu saja, kami juga menyediakan layanan “ Kritik dan Saran “ yang akan sangat berguna bagi kemajuan bisnis kami.
-          Pemasaran langsung (direct marketing)
Komunikasi langsung dengan pelanggan yang diincar secara khusus untuk memperoleh tanggapan langsung. Pemasaran langsung yang berupa  Word of Mouth yang  ditujukan bagi para ibu rumah tangga maupun wanita karir.






BAB IX
STRATEGI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
Langkah yang harus dilakukan:
-          Penetapan stuktur organisasi



-          Penjelasan Job deskripsi dari masing-masing bagian
Pemilik
Memberikan wewenang kepada pengawas
Sebagai pelindung bagi sub divisi dan seluruh sivitas kegiatan
Mengkonsep perencaan, organization, activity dan controling
Pengawas
Mengawasi dan mengontrol seluruh sivitas kegiatan bagi sub divisi
Mengontrol dan mengendalikan seluruh sivitas kegiatan bagi sub divisi
Menerima dan mengontrol semua laporan sub divisi
Ketua
Memegang kebijakan umum dalam TPA
Bertanggung jawab atas terselenggaranya kegiatan
Mengadakan Job discription, koordinasi, pengarahan dan peninjauan kerja
Bertanggung jawab kepada pemilik TPA


Sekretaris
Mengatur dan melaksanakan administrasi (surat-menyurat, pengarsipan dan laporan)
Mengambil kebijakan administrasi bersama ketua
Bertanggung jawab terhadap seluruh administrasi
Membuat laporan administrasi setiap bulan dan dilaporkan di akhir tahun
Bertanggung jawab kepada ketua
Bendahara
Mengatur sirkulasi keuangan bersama ketua
Membuat pembukuan sirkulasi keuangan
Bertanggung jawab terhadap seluruh keuangan
Membuat laporan keuangan setelah berakhirnya kegiatan
Bertanggung jawab kepada ketua
Devisi penitipan anak
Menjaga dan mengawasi anak
Memberikan pengajaran yang mendidik dan kreatif
Menjadwal kegiatan anak
Membuat laporan kegiatan anak
Bertanggung jawab kepada ketua
Devisi konseling
Memberikan layanan kepada orang tua wali
Membuat gravik perkembangan anak
Membuat laporan perkembangan anak
Bertanggung jawab kepada ketua
Devisi perlengkapan anak
Memberikan fasilitas di TPA
Mengecek fasilitas
Membuat laporan fasilitas
Bertanggungjawab kepada ketua

-          Mendefinisikan syarat minimal kompetensi yang harus dimiliki masing-masing bagian
Syarat Minimal
Jasa Penitipan Bayi
·         SMP,SMA/K
·         Lebih mengutamakan skill
·         Sabar
·         Mampu mengurus balita
·         Bisa mengajar pengetahuan dasar
JasaKonsultasi
·         S1 atau Dokter Spesialis anak
·         D3, S1 Perawat
·         S1 Psikologi
Jasa Perlengkapan bayi
·         SD, SMP, SMA/K
·         Lebih mengutamakan skill
·         Bisa mengoperasikan komputer
-          Penetapan program pengembangan SDM yang ada
Program pengembangan ini lebih condong pada karyawan penitipan bayi dengan cara diikutkan pelatihan, training seminar dan masih banyak lagi yang sekiranya bisa menunjang kebutuhan.










BAB X
STRATEGI PROSES
Strategi proses adalah suatu upaya perusahaan, dalam menjalankan dan melaksanakan aktifitasnya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumennya. Untuk perusahaan jasa kerjasama antara marketing dan operasional sangat penting dalam elemen process ini, terutama dalam melayani segala kebutuhan dan keinginan pelanggan (konsumen) secara cepat dan tepat.
Cara perusahaan menyampaikan jasa yang dijual pada konsumen yang akan membeli adalah dengan cara mengiklankan produk jasa yang ditawarkan melalui beberapa media, terutama media cetak dan media massa. Selain itu dengan cara menggunakan metode word of mouth. Jika konsumen sudah merasa tertarik maka akan memberikan membercard Selain itu manajemen yang digunakan untuk memperbaiki sistem ini disesuaikan dengan divisi masing-masing, sehingga disesuaikan dengan program kerjanya masing-msing.

BAB XI
STRATEGI LINGKUNGAN FISIK
Strategi ini merupakan suatu hal yang secara nyata turut mempengaruhi keputusan konsumen, untuk membeli dan menggunakan produk jasa yang ditawarkan. Unsur-unsur yang termasuk di dalam physical environment atau lingkungan phisik adalah bangunan fisik, perabot/peralatan, perlengkapan, logo, warna dan barang-barang lainnya yang disatukan dengan service yang diberikan seperti tiket, sampul, label, dan lain sebagainya. Selain itu atmosfir dari perusahaan yang menunjang seperti visual, aroma, suara, tata ruang,dll.
·      Bangunan fisik
Bangunan fisik yang akan dibuat nantinya jika jasa ini akan melaunchingkan jasanya maka bangunannya diatas tanah dengan membagi menjadi empat bangunan, bangunan depan halaman tempat parkir dan sedikit taman,bangunan ke-dua lobby dan resepsionist, bangunan ke-tiga tempat penitipan, bangunan ke-empat lahan belakang tempat bermain anak. Lantai dua dikhususkan untuk konsultasi orang tua, bangunan samping kanan tempat konsultasi gizi dan dokter praktek, sedangkan lantai dua dari bangunan ini berupa ruangan besar yang digunakan untuk tempat seminar dan pengadaan lainnya. Sedangkan samping kiri dari bangunan ini berupa bangunan penjualan perlengkapan bayi dan anak dari lantai satu sampai lantai tiga. Diluar masing-masing halaman ini terdapat beberapa mainan anak-anak. Selain itu disisi paling depan berisikan satpam dan seluruh bangunan ini menyatu menjadi satu disertai dengan gerbang besar yang menjadi pemisah dengan jalan.
·         Perabot atau Peralatan dan Perlengakapan
Adapun perabot atau peralatan dan perlengkapan yang adalah seluruh perabot yang dibutuhkan untuk keperluan usaha ini. Seperti peralatan mainan bayi dan anak, perlengkapan olahraga anak, baju, makanan, dll.
·         Logo
Logo ini menggunakan beberapa aksen yang menciptakan sesauatu makna dibalik warna dan gambarnya.
·         Service
-          Pemberian member card untuk kartu anggota penitipan bayi
-          Pemeberian member card untuk kartu anggota konsultasi
-          Pemberian member card untuk kartu belanja
·         Aroma
Pemberian aroma untuk setiap ruangan adalah aroma terapy relaxaxing yang menenangkan pikiran seperti aroma lavdender, mint, jeruk, apel, lemon, kayu manis, rempah, anggur, lavender dan masih banyaklagi. Aroma tiap ruangan akan berbeda dan akan diganti setiap bulan agar tetap fresh dan ganti aroma ruang.
·         Tata Ruang
Tata ruang untuk tempat penitipan bayi dibuat seceria mungkin dan seramai mungkin, untuk tata ruang spa and massage adalah dengan tata raung dan pencahayaan yang menenangkan, untuk tata ruang konsultasi dan dokter dibuat dengan tata ruang menyejukkan, sedangkan untuk tata ruang belanja dibuat dengan tata ruang yang menggairahkan dan semangat, begitu pula dengan pencahayaan dan visualisasinya.
·         Tata Suara dan CCTV
Akan diletakkan di setiap sudut ruangan baikrungan usaha utamadan ruangan usahapendukung.
·         Reliability ( Kehandalan )
Kehandalan yang diterapkan usaha ini sangat akurat yang sesuai dengan standar kinerja sehingga segala sesuatu harus diterapkan berdasarkan standart dan prosedur keakuratan.  Selain itu usaha ini juga membutuhkan kemampuan yang matang terutama dalam bidang pengasuhan anak.
·         Responsiveness ( Tanggapan )
Tanggapan pelayanan yang akan diberikan oleh usaha ini juga sesuai dengan standar prosedur pelayanan yang ditepkan sehingga jika ada kritik atau tanggapan maka solusi yang akan diberikan juga sesuai dengan standar kinerja yang telah ditetapkan.
·         Assurance  ( jaminan )
Jaminan yang akan diberikan kepada konsumen adalah jaminan resmi baik sebelum transaksi,proses transansi dan pasca transaksi halini dilakukan karena jaminan yang diberikan sepenuhnya akan membuat pelanggan akan lebih loyal. 
·         Emphaty ( Empati )
Pemberian empaty ini akan sesuai dengan slogan yang diberikan kepada konsumen sehingga perhatian penuh akan diberikan usaha ini kepada konsumen. 
BAB XII
MANAJEMEN KUALITAS JASA
Dalam menentukan tingkat kepuasan, seseorang pelanggan sering kali melihat dari nilai lebih suatu jasa maupun kenerja pelayanan yang diterima dari suatu proses pembelian jasa. Besarnya nilai lebih yang diberikan oleh duatu jasa kepada pelanggan. Parasuraman, Zeithamal dan Berry ( 1985 ) melakukan penelitian khusus  sepuluh faktor yang dinilai konsumen terhadap beberapa jenis industri jasa. Ketiga peneliti ini berhasil mengidentifikasi sepuluh faktor yang dinilai konsumen dan merupakan faktor utama yang menentukan kualitas jasa, yaitu Access, Communication, Competence, Courtesy, Credibility, Reliability, Responsiveness, Security, Understanding, dan Tangible.
1.      Accsess
Jangkauan yang diberikan untuk kualitas layanan jasa ini sangat mudah didapatkan karena bisa melalaui telepon, email, facebook, blog, brosur dan melalui word of mouth yang dilakukan melalui  seminaR atau workshop.
Untuk itu nantinya kami akan mencoba memberikan akses/ jaringan yang lebih luas sehingga konsumen bisa memperoleh informasi lebih mudah dan diharapkan akan dapat memperoleh konsumen lebih banyak melalui kegiatan sosial, email, media massa, dan lain-lain.
2.      Communication
Komunikasi adalah hal yang paling utama yang harus dilakukan oleh industri  jasa, komunikasi kepada pelanggan bukan hanya dilakukan setelah penggunaan usaha jasa melainkan, sebelum, pada saat proses penggunaan jasa dan setelah jasa didapatkan. Hal ini dilakukan guna mendapatkan hubungan konsumen jangka panjang sehingga membuat konsumen itu loyal. Karena taman penitipan anak milik kita adalah memiliki High Contact System sehingga kami berusaha melakukan komunikasi sedekat mungkin dengan konsumen, selalu terbuka dalam pelayanan dan  selalu ingin mendapatkan informasi yang lebih tentang tumbuh kembang anak selama didtitipkan disini. Hal ini dilakukan agar perusahaan kami akan terus bisa bertahan dan bersaing dan memperoleh persepsi positif di benak konsumen.
3.      Competence
Persaingan dalam industri jasa bukanlah suatu hal yang tabu untuk diperbincangan melainkan hal yang seru dan membuat permainan semakin semangat, untuk itu dalam menghadapi persaingan suatu perusahaan harus memiliki keunggulan daripada yang dimiliki oleh perusahaan lain, dengan adanya perbedaan keunggulan inilah perusahaan jasa akan selalu ngetop dan exis. “Ya Bunaya” akan mencoba bermain disisi pendekatan terhadap orang tua yang intensif, hal ini dilakukan karena dengan pendekatan yang kuat maka konsumen akan menyadari bahwa kami telah memberikan kepuasan yang maksimal melalui perhatian yang lebih intensif baik bapada bayi dan ibu bayi. 
4.      Courtesy ( Sopan-Santun )
Dalam hal ini sopan santun dalam bertata krama yang dimiliki oleh karyawan adalah sangat penting guna menunjang kepuasan konsumen, dengan adanya sopan santun yang dimiliki oleh setiap karyawan maka seorang konsumen akan  lebih merasa dianggap dan dihargai sehinggakonsumen tersebut akan betah untuk berkunjung.
Jasa kami memiliki standart Kinerja yang harus diterpakan karyawan kepadakonsumen harus selalu ramah dan murah senyum,sabar dan telaten sehingga konsumen akan betah, karena orang yang akan merasa lebih dihargai.
5.      Credibility ( Kredibilitas )
Hal ini adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh setiap usaha, dengan adanya tingkat credibility yang tinggi maka perusahaan akan menjadi lebih dominan dan berkesan di hati konsumen, karena hal ini adalah hal utama yang harus diterapkan pada saat berlangsungnya suatu usaha. Untuk itu “Ya Bunaya” akan mencoba untuk meiliki kredibilitas yang tinggi melalui standar kinerja, standar pelayanan dan kepuasan konsumen. 
6.      Reliability
Reliability ( hal yang harus dapat dipercaya ) baik oleh karyawan dan konsumen, hal ini mutlak dilakukan oleh setiap perusahaan dikarenakan berhubungan dengan citra yang akandipersepsikan olehkonsumen, sehingga dengan adanya faktor ini persahaan akan berusaha menempatkan diri sesuai dengan standar kinerjanya.
Dalam hal ini “Ya Bunaya” membrikan layanan yang sesuai dengan janji, kemudian bertanggungjawab tentang penanganan konsumen, pelayanan tepat waktu.
7.      Responsiveness
Menanggapi dan memberikan solusi setiap permasalahan yang dimiliki oleh konsumen adalah hal yang wajib dipenuhi oleh setiap perusahaan jasa, dikatrenakan orang yang datang ke tempat usaha adalah orang yang membutuhkan bantuan dalam memcahkan permasalahannya. Sehingga “Ya Bunaya” akan selalu berusaha untuk menanggapi setiap permasalahan melalui respon ktitik dan saran sehingga hal ini akan menjadi hal yang utama untuk memperbaiki kualitas dari “Ya Bunaya”. Kemudian memberikan pelayanan yang cepat kepada orang tua wali rela membantu konsumen tanpa pamrih dan siap tanggap menghadapi respon permintaan dari konsumen.
8.      Security
Keamanan adalah syarat mutlak yang harus dimiliki oleh setiap perushaan jasa, bukan hanya aman dari segi bebas penjahat melainkan keamanan nasabah, kerahasiaan permasalahan yang dihadapi, keamanan data, dan keamanan gedung atautempat usahanya, sehingga tak heran jika yang direkrut untuk usaha ini adalah orang yang benar-benar memiliki keahlian dalam bidang keamanan. Sehingga untuk itu TPA “Ya Bunaya” akan selalu mencoba untuk menjaga keamanan setiap sub divisi usaha.
9.      Understanding
Pengertian adalah hal utama yang dibutuhkan oleh setiap konsumen, karena setiap konsumen yang datang ingin dimengerti dan dipahami akan kebutuhan jasanya, jadi dalam melayani harus sabr, dan penuh kasih sayang dalammelani setiap jasa yang ditawarkannya. Jasa saya akan selalu mencoba memahami konsumen melalui High Contac System dengan cara ini maka akan dapat mengetahui apayang dikeluhkan dan diinginkan oleh setiap konsumen. 
10.  Tangible
Bukti fisik, yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukkan eksistensinya kepada masyarakat. Karena jenis usaha jasa ini adalah usaha jasa yang tidak berwujud maka dalam pelayanan dan pemberian atau proses pelayanannya harus maksimal dan prasarana fisik harus dapat diandalkan sehingga tidak dapat mengecewakan konsumen. Sehingga TPA “Ya Bunaya” akan selalu mencoba  untuk bermain diranah pelayanan dan kualitas ynag akan diberikan.
a.       Tempat
Tempat penitipan anak ini di dirikan dengan seuasana yang senyaman mungkin dan semenarik mungkin agar anak betah, dan di lihat juga lay out ruangnya di tata serapi mungkin
b.      Meja dan kursi
Di tata serapi mungkin untuk kenyamanan anak-anak ketika menggunakan, dan diusahakan tetap rapi
c.       Fasilitas yang mendukung
Seperti wifi, ruang bermain dan sebagainya yang diberikan untuk anak anak. 





BAB XII
E- MARKETING
E-Marketing menurut Armstrong dan Kottler (2004:74) adalah sebagai berikut: “E-Marketing is the marketing side of E-Commerce, it consists of company efforts to communicate abaout, promote and sell products and services over the internet.” Yang bisa diartikan sebagai berikut: E-Marketing adalah sisi pemasaran dari E-Commerce , yang terdiri dari kerja dari perusahaan untuk mengkomunikasikan sesuatu, mempromosikan, dan menjual barang dan jasa melalui internet.
Menurut American Marketing Association yang dikutip oleh Kleindl dan Burrow (2005) marketing adalah proses perencanaan dan pelaksanaan dari ide atau pemikiran konsep, harga, promosi dan distribusi. Marketing dapat diartikan lebih sederhana yakni pembangunan dan pemeliharaan hubungan yang saling memuaskan antara perusahaan dan konsumen.
Saat ini marketing telah berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Aktivitas marketing menjadi lebih luas dengan adanya internet. Penggunaan internet dan fasilitas yang ada di dalam internet untuk melakukan aktivitas marketing dikenal sebagai e-marketing (Kleindl dan Burrow, 2005).
a.       Iklan online
Iklan on line pada jasa ini juga memiliki dampak yang sangat besar.
b.      Media berita
Ini menjadi sutu ruang media yang  bisa mewadahi e marketing, seperti saya menggunakan blog noenanajla.blogspot.co.id yang bisa diakses melaui jaring internet. Disihi juga memperlihatkan seluruh penjabaran mengenai jasa penitipan anak “Ya Bunaya”



Tidak ada komentar:

Posting Komentar